Banyuwangi, 12 Mei 2026 – Dalam rangka meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan informasi cuaca dalam sektor pertanian modern, Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan Politeknik Negeri Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dengan tema “Pemanfaatan Data Cuaca dan Teknologi Digital dalam Pertanian Presisi untuk Mendukung Ketahanan Pangan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Abdullah Azwar Anas Politeknik Negeri Banyuwangi.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam kegiatan kuliah tamu tersebut. Pada kesempatan yang sama, Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi juga menyerahkan cinderamata kepada Politeknik Negeri Banyuwangi sebagai simbol terjalinnya sinergi dan kerja sama yang baik antara institusi pendidikan dan instansi meteorologi.
Pada kesempatan tersebut, Stasiun Meteorologi Kelas III Banyuwangi turut berpartisipasi sebagai narasumber melalui pemaparan materi oleh I Gede Agus Purbawa (PMG Madya). Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai aspek pertanian presisi, pemanfaatan data dan informasi cuaca, hingga penerapan teknologi digital dalam mendukung produktivitas pertanian serta mitigasi risiko cuaca di sektor pangan.
Materi yang disampaikan juga mengulas keterkaitan ilmu Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu guna membantu proses pengambilan keputusan di bidang pertanian.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, dosen, serta jajaran sivitas akademika Politeknik Negeri Banyuwangi. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan.
Harapannya, melalui kegiatan kuliah tamu ini mahasiswa dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap pentingnya pemanfaatan data cuaca dan teknologi digital dalam sektor pertanian modern. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan inovasi pertanian presisi yang adaptif terhadap perubahan cuaca dan iklim, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan di masa mendatang.
